Bismillah
*DUNIA - AKHIRAT*
Rumusnya
*Semakin dikejar semakin lari.*
Itu untuk hal keduniaan.
Kebalikan untuk perkara akherat,
*Semakin dikejar maka semakin mendekat.*
Kenapa kita sibuk mengejar sesuatu yg makin menjauh ?
Karena kita tertipu.
Kenapa kita enggan mengejar sesuatu yg akan mendekat ?
Karena kita belum yakin.
Dunia makin dikejar, akan makin membuat org yg mengejarnya berkeringat.
Sibuk siang malam memikirkannya.
Segala dikorbankan demi mendapat hasil yg berlipat lipat yg nyatanya seringkali kerugian berlipat lipat dlm segala hal.
Sementara akhirat makin dikejar akan makin membuat dunia tunduk.
Hati fokus akherat.
Fokus gimana menyenangkan Allah.
Maka Allah mudahkan keperluan2 dunianya.
Dunia akan mengejar ngejar org yg menghinakannya.
Akan memelas2 spy masuk ke dalam hati tapi orang beriman hanya sebatas menggenggam dunia dengan tangannya.
Begitu ada kepentingan akhirat maka dunia dia lepaskan dari genggaman.
Makanya tidak heran bagi org beriman hidup ada harta dengan tidak ada harta sama saja.
Datar saja.
Selalu dlm keadaan syukur.
Punya benda X dengan punya benda Y sama saja.
Punya uang 10rb dengan 10 juta dirasa sama saja.
Jadi ketika ada keperluan umat, harta bendanya dengan mudah dilepaskan untuk orang lain.
Beda dengan org yg mengejar dunia mati2an.
Dunia masuk ke hati.
Saat ada keperluan "akherat" seperti sedekah infak dll yg dipikir bagaimana keperluan saya.
Bagaimana kebendaan ini sudah susah2 saya dapatkan masa harus saya serahkan pada org lain begitu saja.
Pelajari kisah Qarun.
Qarun merasa hartanya karena usahanya.
Diingatkan untuk berbagi dan berzakat dia enggan.
Celakalah Qarun beserta org2 yg bercita2 ingin seperti Qarun.
Apakah kita pernah terlintas dlm hati pikiran seperti Qarun?
Merasa rezeki dari Allah susah payah karena usaha atau kepintaran kita maka sulit sekali kita keluarkan untuk org lain?
Hati hati.
Banyak istighfar.
Semua kekayaan dari Allah.
Hanya ujian.
Mau dikekalkan jadi pahala dengan banyak digunakan di jalan Allah selama di dunia?
Atau habis digunakan bermewah2an untuk keperluan diri sendiri.
Banyak cara untuk atur2 menyimpan di khazanah Allah.
Uang untuk beli lauk 50rb, belilah yg 25rb, sisanya 25rb bisa dibelikan lauk atau beras dan disedekahkan ke org yg membutuhkan.
Uang untuk beli hp 2juta, belilah yg 1juta.
Yg 1jutanya gunakan untuk beli nasi box dibagikan ke warga kampung yg kekurangan.
Uang untuk beli baju 300rb, belilah yg 150rb, sisanya belikan lagi baju untuk teman kita yg kesulitan memiliki baju muslim.
Uang untuk beli kendaraan 200juta, beli yg 100 juta, sisanya digunakan untuk kemaslahatan umat.
Dst.
Jika istiqomah melakukan hal2 seperti itu, lama lama tabungan akherat kita semakin banyak, dan keperluan hidup kita semakin rendah.
Jangan mimpi harta kita akan menolong kelak di akherat jika sehari2 habis untuk dibelanjakan benda2 yg tidak akan dibawa mati.
Tekan hawa nafsu.
Ingat kita di dunia hanya sebentar.
Waktu untuk mengumpulkan poin2 pahala sangat singkat.
Yg singkat itu jgn malah dikurangi lagi dengan hal2 yg sia2.
Sibuk siang malam mengumpulkan harta.
Meninggal dalam keadaan bangkrut dunia akhirat.
Na'udzubillaah.
Itulah adzab dari Allah bagi yg enggan berpikir.
Segera bertaubat
Jangan sampai rugi dunia akhirat.
Barakallaahu fiik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar